Sabtu, 21 November 2020

Menulis Latar belakang Skripsi

 Topik: Menyusun Bab 1 Latar belakang dalam skripsi

Halo rekan-rekan,


Kali ini saya mau bagikan tips bagaimana menyusun suatu karya ilmiah dalam skripsi. Bagi rekan-rekan mahasiswa pasti alami tugas ini. Ok, langsung saja kita mulai memahami skripsi atau karya ilmiah secara sederhana. Pada dasarnya skripsi terdiri dari 5 bagian, yaitu Latarbelakang, studi literatur, metode penelitian, pembahasan dan analisa, kesimpulan. Coba kita bahas satu satu ya.

1. Latarbelakang

Pada bagian ini apa saja yang harus dimuat:
a. Fenomena
b. Gap masalah
c. Alasan pentingnya melakukan penelitian.

Minimal ketiga hal ini harus ada. Jadi pastikan ketiga point ini ada di latar belakang. 
Pertama perlu tahu fenomena. Secara mudah hal ini adalah masalah umum atau kejadian atau gejala dari topik yang akan diteliti. Fenomena contohnya: banyaknya pengguna internet, banyaknya sistem yang digunakan, beberapa organisasi gagal mencapai kinerja, adanya penolakan terhadap suatu sistem atau aturan, dll.. Fenomena bisa datang dari masalah riil atau dari masalah yang ada pada penelitian terdahulu.. Contoh fenomena dari penelitian terdahulu adalah belum ada penelitian terkait masalah teknologi di desa, misalnya.. Nah untuk mempermudah mahasiswa S1, fenomena yang berasal dari masalah riil akan lebih mudah diterapkan dari pada fenomena dari penelitian terdahulu. Hanya perlu mengamati dan banyak baca untuk menemukan masalah di sekitar kita.. 


Kedua, gap masalah. Secara mudah gap adalah sesuatu yang belum diteliti. Contoh gap yang muncul dari masalah, yaitu. Kita belum tahu apa yang menyebabkan kinerja menurun. Kita belum tahu apa yang menyebabkan sistem gagal. Oleh karena itu kita mau cari penyebabnya melalui penelitian.. selain itu bisa juga, dampak yang belum diketahui. Contohnya, penerapan kebijakan manajemen belum belum diketahui dampaknya.. Nah ini adalah gap dari masalah yang lebih mudah untuk mahasiswa S1. Gap juga bisa muncul dari penelitian terdahulu atau teori. Contoh, banyak penelitian meneliti pengaruh moral terhadap niat berdonasi tetapi tidak ada atau belum ada yang meneliti tentang pengaruh teknologi terhadap niat berdonasi. Dari masalah yang belum diteliti ini bisa menjadi gap penelitian. Atau dampak bagaimana praktek suatu teori belum diketahui. Nah ini bisa jadi gap juga. Tapi biasanya tidak mudah untuk anak S1. 





Ketiga, alasan pentingnya meneliti. Nah, ini biasanya digunakan untuk memperkuat alasan penelitian kita. Pada tahap ini kita perlu meyakinkan pembaca bahwa penelitian ini penting untuk dilakukan. Biasanya manfaat penelitian merupakan sesuatu yang bisa dimuat di sini.. 

Ok, cukup sekian dulu



Tidak ada komentar:

Posting Komentar