Senin, 14 Desember 2020

Menyusun skripsi mudah Bab 5

Menyusun Bab 5 Mudah skripsi secara mudah

Topik: Penutup

Dalam karya ilmiah, bagian terakhir merupakan penutup dari proses penelitian yang dilakukan. Pada bab 5 ini penutup terdiri dari: 

1. Kesimpulan

2. Keterbatasan

3. Saran atau implikasi manajerial

Kesimpulan

Pertama, kesimpulan. Apa yang perlu kita tulis dalam kesimpulan? Hal ini perlu dipahami oleh penulis. Menulis kesimpulan ternyata tidak semudah yang dibayangkan. kebanyakan mahasiswa akan menuliskan hasil penelitian lagi untuk mengisi kesimpulan. Namun hal ini tidak tepat karena pada dasarnya hasil penelitian, pembahasan, dan kesimpulan adalah hal yang berbeda. Oleh karena itu dipisah atau dibedakan. Kesimpulan tidak sama dengan ringkasan. Pada dasarnya kesimpulan merupakan pemaknaan dari semua proses penelitian yang telah dilakukan. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dalam penulisan kesimpulan. (1) Tujuan penelitian. tujuan penelitian perlu diangkat kembali untuk menjelaskan dasar penelitian dilakukan. (2) Hasil pembahasan penelitian. Kita perlu menyinggung lagi pembahasan dari hasil penelitian di bab 4. (3) Pertanyaan penelitian. Dalam hal ini kita perlu menjelaskan jawaban dari pertanyaan penelitian kita dengan menggunakan teori atau konsep yang kita bangun. 

Keterbatasan

Kedua, keterbatasan. Dalam keterbatasan kita perlu menjelaskan apa yang kurang dalam penelitian kita. Keterbatasan muncul dari kondisi yang terjadi saat melakukan penelitian. Intinya adalah apa yang tidak sempurna dalam penelitian kita perlu diakui dan dijelaskan. Karena memang tidak ada penelitian yang sempurna. Keterbatasan bukan kelemahan penelitian. Keterbatasan dapat muncul dari proses penelitian yang kita lakukan yang menyebabkan kita tidak mendapat hasil yang kita inginkan. Selain itu, kita juga bisa menjelaskan keterbatasan dari hasil penelitian. Misalnya, ada indikator yang dihapus karena tidak valid atau hasil penelitian tidak sesuai harapan. 

Saran atau implikasi manajerial

Ketiga, saran. Saran merupakan usulan praktis yang dapat diberikan untuk perbaikan masalah sesuai topik yang diangkat. Hasil penelitian perlu didorong untuk dapat diaplikasikan pada bidang atau topik sesuai penelitian kita. Saran bisa diambil dari olah data terkait dengan data responden atau hasil jawaban responden. Intinya saran diberikan berdasarkan hasil penelitian. Hal ini merupakan hasil bentuk dari implikasi manajerial. 

Selain itu juga ada saran bagi penelitian selanjutnya. Saran bagi penelitian selanjutnya adalah perbaikan dari keterbatasan dalam penelitian. Di samping itu, kita juga dapat menyarankan penelitian selanjutnya berdasarkan hasil penelitian kita untuk dapat dikembangkan lebih lanjut.

Sampai di sini kita telah mempelajari secara umum struktur karya ilmiah untuk penulisan skripsi. Semoga bisa membantu untuk dapat menysusn skripsi lebih mudah.

Catatan penting:

Dalam Bab 5 ini kita sudah tidak memerlukan referensi. Bab 5 ini nerisi tentang pendapat atau opini kita dari hasil penelitian dan semua proses penelitian yang sudah dilakukan. Pastikan kesimpulan telah menjawab pertanyaan penelitian.


Baca juga:

Memahami struktur Skripsi

Memahami bab 1 skripsi

Memahami bab 2 skripsi

Memahami bab 3 skripsi

Memahami bab 4 skripsi



Sabtu, 12 Desember 2020

Menyusun Skripsi Mudah Bab 4



Menyusun bab 4 Skripsi atau karya ilmiah 

Topik: Analisa dan pembahasan

Bab 4 dalam skripsi adalah analisa dan pembahasan. Pada bab ini, kita hanya perlu mengikuti langkah yang sudah kita buat pada bab 3 atau pada metode penelitian kita. Oleh karena itu bab 3 perlu dibuat detail dan rinci supaya dapat diimplementasikan dengan mudah pada bab 4. Beberapa hal perlu diperhatikan dalam bab 4 adalah untuk menyusun skripsi dengan mudah:

1. Deskripsi responden

2. Uji Variabel

3. Uji Hipotesis

4. Hasil penelitian

5. Pembahasan

Deskripsi responden

Pertama. Pada bagian responden ini kita juga perlu menyampaikan kesesuaian proses yang dilakukan, apakah sesuai desain penelitian pada bab 3. Kita akan menjelaskan kondisi di lapangan pada bab 4. Apa yang dirancangkan mungkin saja berbeda dengan kenyataan yang ada di lapangan saat kita melakuka penelitian. Contohnya: tidak semua kuisioner kembali dan mungkin ada yang tidak dapat diolah karena tidak memenuhi kriteria. 

Selanjutnya, penjelasan tentang hasil deskripsi responden. Kuisioner kita perlu disiapkan untuk dapat menangkap informasi tentang kondisi responden. Kita perlu menampilkan data responden yang berhasil kita peroleh dan menjelaskan maknanya. Secara sederhana, hasil deskriptif dapat berupa rata-rata, standar deviasi, standar eror, nilai modus dan median. Nilai yang paling sering digunakan dalam pembahasan adalah rata-rata dan standar deviasi. Nilai rata-rata menggambarkan secara umum kondisi responden terkait dengan masalah yang diteliti. Nilai standar deviasi menunjukkan variasi jawaban responden. Semakin jawaban tidak bervariasi akan lebih baik. Jadi nilai Standar deviasi semakin kecil lebih baik. Jika lebih kecil dari nilai rata-rata, maka nilai deviasi baik.

 Uji Variabel

Kedua. Uji variabel dilakukan untuk penelitian kuantitatif. Uji variabel di sini meliputi uji asumsi klasik (jika menggunakan regresi berganda), yang meliputi uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji multikolinearitas. Selain itu juga perlu uji validitas dan reliabilitas jika kita menggunakan kuisioner. Tujuan dari uji ini adalah untuk memastikan data kita baik dan bisa diproses lebih lanjut, sehingga meminimalkan terjadinya bias.

Uji Hipotesis

Ketiga. Uji hipotesis digunakan untuk mendapatkan hasil dari penelitian. Perlu dipahami lagi bahwa tidak semua penelitian menggunakan atau ada hipotesisnya. Tetapi setiap penelitian memiliki pertanyaan pernelitian. Dalam hal ini, hipotesis merupakan jawaban sementara dari pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan secara rinci dalam rumusan masalah. Terutama jika penelitian kita kuantitatif, rumusan hipotesis jadi sangat diperhatikan. Dalam uji hipotesis ada beberapa istilah statistika yang perlu dipahami, yaitu: uji t, uji F, nilai statistik, nilai tabel, tingkat signifikasi, nilai signifikansi atau p-value. Secara singkat jika kita menggunakan alat olah data seperti SPSS, Smart PLS, WarpPLS, maka kita dapat menggunakan nilai p-values (sig2 jika dalam SPSS) untuk menentukan hipotesis diterima atau tidak. jika nilai p-value atau Sig di bawah 0.05 maka hipotesis (Ha) diterima. Jadi tidak perlu melihat nilai t statistik dan nilai t tabel. 

Hasil penelitian

Keempat. Hasil penelitian merupakan penjelasan dari hasil perhitungan statistik. Kita perlu menjelaskan temuan dalam hasil uji hipotesis. Dalam bagian ini kita perlu menjelaskan bagaimana hipotesis dapat terdukung atau ditolak. Kemudian kita perlu menjelaskan kaitan temuan kita dengan penelitian terdahulu. Jangan lupa kita perlu menjelaskan temuan penelitian dalam konteks masalah yang kita bangun di latar belakang.

Pembahasan

Kelima. Pada tahap ini kita akan membahas hasil penelitian. Sampai sini kita, perlu paham bahwa hasil penelitian dan pembahasan adalah topik yang berbeda. Kebanyakan mahasiswa menggambungkan hasil penelitian dengan pembahasan (discusion). Kita akan mengembangkan hasil temuan dalam pembahasan. Jadi kita akan memaknai temuan penelitian. Bedanya dengan hasil adalah penjelasan hasil penelitian akan lebih teknis tetapi dalam pembahasan kita akan menjelaskan makna hasil penelitian. Dalam bagian ini kita pelu menyampaikan pendapat kita terkait hasil temuan penelitian. Kita perlu menjelaskan makna arti hasil penelitian dalam masalah penelitian. Selain itu kita bisa menjelaskan dampak temuan kita dalam konteks masalah penelitian kita. Kita perlu menjelaskan pemahaman kita terhadap hasil temuan. Jangan lupa, penjelasan kita perlu didukung dengan penelitian terdahulu. 

Catatan penting: 

Kita perlu memperhatikan komposisi atau struktur pembahasan dalam skripsi. Kesalahan yang umum dilakukan adalah dalam skripsi, jumlah halaman bab 2 dan 3 lebih banyak dari bab 4. Komposisi ini menunjukkan kurangnya pembahasan dalam bab 4. Bab 4 seharusnya memiliki jumlah halaman lebih banyak dari yang lain. Namun jangan demi mencapai halaman yang banyak, maka kita akan memuat bab 4 dengan banyak tabel. Hasil penelitian dan pembahasan perlu mendapat perhatian.

Selain itu, jika kita menggunakan alat hitung seperti SPSS atau yang lainnya kita tidak dapat menyalin langsung atau copy paste output tabel yang dihasilkan SPSS atau alat hitung lain. Kita perlu menyajikan tabel lebih ringkas sesuai dengan data yang dibutuhkan.

Nah, sampai sini kita telah mempelajari sebagian besar bagian dari penulisan skripsi atau juga karya ilmiah.


Baca juga:

Memahami struktur Skripsi

Memahami bab 1 skripsi

Memahami bab 2 skripsi

Memahami bab 3 skripsi

Memahami bab 5 skripsi


Menyusun Skripsi Mudah bab 3


Menyusun Bab 3 Skripsi atau karya ilmiah 

Topik: Metode penelitian.

Kita sampai pada bab 3 dalam skripsi, yaitu Metode penelitian. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana kita akan mengerjakan penelitian. Bab 3 ini sangat penting karena menunjukkan desain penelitian kita, yang akan menentukan hasil penelitian kita nanti. Oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan sangat baik dan hati-hati. Lalu apa saja yang perlu dimuat pada metode penelitian, secara sederhana yang pada umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:

1. Objek, populasi, dan sampel penelitian
2. Definisi operasional dan pengukuran variabel
3. Metode pengujian hipotesis.

Objek, populasi, dan sampel penelitian

Kita bahas yang pertama, Objek dan sampel penelitian. Objek penelitian dapat mengarahkan pada tempat atau lokasi penelitian. Namun tidak selalu lokasi tetapi lebih menekankan pada apa yang akan diteliti. Misalnya permasalahan pada organisasi yang sedang kita teliti. Secara tidak langsung, objek nya adalah masalah tersebut dan organisasi menjadi subyek penelitian atau yang diangkat dalam penelitian. Jadi obyek tidak selalu tempat tapi juga masalah dalam topik.. jadi biasanya subyek dan obyek menjadi satu pemahaman.. contoh: masalah peningkatan kinerja karyawan di organisasi x. Obyeknya adalah kinerja karyawan di organisasi x. 

Populasi penelitian lebih mengarah pada subyek penelitian. Jika obyek penelitian adalah  kinerja karyawan di organisasi x maka populasi adalah semua karyawan di dalam organisasi tersebut. Kalau sampel adalah bagian dari populasi, yang mewakili populasi tersebut.   Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. Ada ada random, contohnya yaitu dengan rumus slovin, dan ada purposive sample, yaitu dipilih dengan kriteria tertentu. Nah, dua metode sampling ini yang paling banyak dipakai, selain itu juga ada. Pada saat memilih sampel kita harus memperhatikan apakah sampel kita dapat menggambarkan atau mencermintkan populasi.

Contoh:
Kasus: tingkat kemiskinan di DIY
Populasi : Masyarakat DIY
Target Populasi : Masyarakat DIY yang belum sejahtera (sesuai kriteria tertentu: BPS)
Sampel : Bagian dari target populasi tersebut yang memiliki kriteria belum sejahtera.

Pada begian ini atau bagian terpisah, dapat dijelaskan juga rencana atau rangkaian kegiatan yang disiapkan untuk melaksanakan penelitian.

Definisi operasional dan pengukuran variabel

Yang kedua. Definisi operasional. Pada tahap ini kita akan menjelaskan variabel yang akan kita gunakan dalam penelitian. Pada bab 2 kita menjelaskan variabel secara konsep dalam konteks masalah. Di dalam bab 3 ini kita menjelaskan secara kontekstual pengertian variabel yang kita pakai dalam penelitian kta. Dalam langkah ini, variabel yang dibangun akan disiapkan untuk diuji. Oleh karena itu perlu jelas konteksnya. Kita juga perlu menjelaskan dari mana definisi tersebut dikembangkan dan bagaimana mengukur variabel tesesebut. Definisi operasional dan indikator pengukuran variabel harus sesuai. Dengan kata lain kita perlu memastikan bahwa instrument penilaian variabel sesuai untuk menilai definisi operasional.

Pada bagian ini kita juga perlu menyusun desain variabel dan kuisioner atau instrument yang nanti akan kita gunakan.

Contoh 1:
Variabel : Kualitas informasi
Definisi operasional : Persepsi seberapa cukup informasi yang dihasilkan untuk mendukung keputusan.
Elemen pengukuran variabel : Kejelasan informasi, Akurasi informasi, Kegunaan informasi. 

Contoh 2:
Variabel: Proses anggaran
Definisi: serangkaian aktivitas untuk mengalokasikan sumber daya untuk mencapai tujuan organsiasi
Dimensi: perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban
Elemen pengukuran: 
pengukuran dimensi perencanaan adalah: musyawarah, keterlibatan publik, kejelasan sasaran.
pengukuran dimensi pelaksanaan adalah: kejelasan peraturan, administrasi angggaran, SDM
pengukuran dimensi pertanggung jawaban: ketepatan pelaporan, evaluasi.

Dari ke dua contoh di atas dapat dipahami bahwa ada variabel yang memiliki dimensi ada pula variabel yang tidak memiliki dimensi. Namun semua variabel memiliki elemen pengukuran. Elemen pengukuran dapat diartikan sebagai indikator penilaian dari variabel. Masing-masing elemen dapat terdidi dari satu pertanyaan atau lebih. Namun, akan lebih baik jika ada minimal 2 pertanyaan untuk setiap elemen. 

Contoh di atas cenderung untuk penelitian dengan data primer atau kuisioner. Jika penelitian menggunakan data sekunder, kurang lebih sama hanya elemen pengukuran biasanya hanya terdiri dari 1 ukuran atau nilai atau rumus. 

Metode pengujian hipotesis.

Ketiga, pengujian hipotesis. Dalam pengujian hipotesis ini kita akan menjelaskan langkah-langkah statistik untuk memastikan bahwa analisa kita nanti tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengujian hipotesis ini meliputi: Uji validitas dan uji reliabilitas (untuk instrument kuisioner), uji asumsi klasik (jika regresi berganda), uji hipotesis (uji t), dan uji kelayakan model (uji F). Kita perlu menjelaskan ketentuan yang digunakan dalam masing-masing pengukuran terserbut.

Catatan penting:

Bab 3 ini merupakan desain penelitian kita. Bab 3 ini akan menentukan hasil dari penelitian kita nanti. Jika kita salah dalam menentukan definisi operasional dan pengukuran variabel maka penelitian kita bisa gagal. Selain itu, sampel atau responden juga perlu sesuai dengan masalah yang akan diungkap. Jika kita salah maka memahami masalah, populasi, dan sampel maka penelitian kita akan bias atau hasilnya tidak mencerminkan tujuan penelitian. Oleh karena itu dukungan, latar belakang skripsi dan konsep dalam bab 2 akan membantu merumuskan populasi dan pengukuran operasional variabel.



Menyusun Skripsi Mudah Bab 2

konsep.pixabay.com

Menyusun Mudah Bab 2 Skripsi atau karya ilmiah

Studi literatur / Studi Pustaka

Setelah kita memahami struktur dan cara penulisan bab 1 pada skripsi atau karya ilmiah, maka kita selanjutnya akan memahami cara penyusunan bab 2 yaitu: Studi literatur atau studi pustaka. Pada bab 2 ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (untuk penelitian kuantitatif):

1. Teori yang terkait penelitian:

2. Konsep variabel yang digunakan dalam penelitian

3. Penelitian terdahulu

4. Pengembangan Hipotesis

Pada bab 2 ini kita akan meyusun konsep dari penelitian kita. Jadi proses penyusunan bab 2 yang jelas akan membawa kita menulis kripsi dengan lebih kuat dalam logika yang dibangun. 

Teori yang terkait penelitian

Kita pelajari yang pertama. Teori pada penelitian diperlukan untuk membingkai keseluruhan konsep penelitian. Teori digunakan untuk menjelaskan kaitan antara variabel-variabel yang diangkat dalam penelitian. Teori dalam penelitian akan membantu penjelasan dalam pengembangan hipotesis. Lalu, apakah semua bentuk penelitian harus memiliki teori? Atau bagaimana jika kita tidak menggunakan teori apa pun dalam penelitian kita? Mungkin ini akan menjadi pertanyaan kita semua.

Tanpa adanya teori, maka penempatan variabel pada penelitian bisa tidak terarah, atau asal. Kita dimungkinkan untuk menggunakan banyak variabel dalam penelitian. Namun, kenapa kita menggunakan hanya beberapa variabel dalam penelitian kita. Kenapa tidak semua variabel? Masalah ini akan dapat dijelaskan dengan adanya teori. Sehingga, kita hanya menggunakan beberapa variabel untuk menjelaskan fenomena atau menjawab pertanyaan penelitian kita.

Konsep variabel 

Kedua. Konsep variabel digunakan untuk menjelaskan variabel atau faktor yang digunakan dalam penelitian. Konsep ini meliputi definisi, kriteria, kondisi, dan pengukuran atau bahkan kondisi tertentu yang mungkin dapat menjelaskan variabel. Dengan demikian pembaca akan dapat mengerti makna variabel atau faktor-faktor dalam penelitian yang digunakan.

Pada penjelasan ini, kita juda dapat menjelaskan konteks masalah dalam penelitian. Contohnya, peraturan atau undang-undang, objek penelitian, dan lainnya.

Penelitian terdahulu

Ketiga. Penelitian terdahulu digunakan untuk mengungkapkan bahwa konsep yang ditawarkan pada penelitian kita juga didukung oleh penelitian terdahulu. Selain itu, penelitian terdahulu digunakan untuk menjelaskan konsep variabel yang kita gunakan dari sudut pandang penelitian terdahulu. Penjelasan ini akan menguatkan hubungan yang dibuat dalam hipotesis. Pada bagian ini juga dapat dijelaskan tentang gap penelitian atau sesuatau yang belum diteliti oleh penelitian sebelumnya.

Dalam memahas penelitian terdahulu, pendekatan kritikal review perlu digunakan. hal ini digunakan dalam untuk memperkuat atau menjelaskan gap penelitian lebih dalam. 

Pengembangan Hipotesis

Keempat.  Akhir dari bab 2 atau tujuan dari bab 2 ini adalah membangun hipotesis. Dengan demikian hipotesis dibangun dari Teori dan penelitian terdahulu. Dengan demikian, kita memiliki logika pengembangan hipotesis yang kuat. Kita akan menggunakan teori, konsep, dan penelitian terdahulu untuk membangun hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah di bab 1. Nah, hipotesis perlu sesuai dengan rumusan masalah ya.

Hal lain yang penting dalam rumusan hipotesis adalah:

  1. jelaskan logika dari hubungan hipotesis
  2. Jelaskan bagaimana penelitian terdahulu mendukung hipotesis
  3. jelaskan apa masalah dan mengapa merumuskan hipotesis ini penting unguk diteliti.

Hipotesis ada yang menggunakan arah atau tidak. Adanya arah atau tidak sangat tergantung pada teori dan konsep yang mendasari hipotesis.  

Membangun hipotesis



Penting:

Hindari kecenderungan untuk menuliskan semua definisi tanpa ada penjelasan. Kita perlu menjelaskan kaitan atau konteks definisi dalam masalah yang akan kita angkat.

Ok, setelah ini kita lanjut ke bab 3.

Baca juga:

Memahami struktur skripsi

Memahami bab 1 skripsi

Memahami bab 3 skripsi

Memahami bab 4 skripsi

Memahami bab 5 skripsi

Rabu, 02 Desember 2020

Skripsi mudah dan cepat


Cara menyusun skripsi dengan mudah dan cepat

Web ini akan membahas dengan tuntas karya ilmiah atau skripsi, sehingga dapat dengan mudah dipahami dengan cepat.


Halo rekan-rekan pelajar dan mahasiswa,

Skripsi merupakan bentuk karya ilmiah, bukanlah hal yang asing bagi seorang  pelajar terlebih lagi bagi mahasiswa. Menyusun tugas dengan format karya ilmiah pun sudah menjadi bagian dari tugas keseharian. Bagi beberapa pelajar atau mahasiswa mungkin masih bingung atau belum tahu cara menyusun karya ilmiah. Walau kelihatannya rumit ternyata menyusun karya ilmiah atau skripsi bisa menjadi lebih mudah jika kita memahami caranya. Nah, kali ini kita akan bahas bagaimana menyusun skripsi dengan mudah. Walaupun demikian, diharapkan untuk dapat selalu membaca buku tentang metode penelitian, supaya memiliki referensi skripsi yang pasti.

Sebelum belajar lebih jauh, kita perlu memahami struktur skripsi atau karya ilmiah. Memahami struktur karya ilmiah menjadi penting untuk memahami proses berpikir saat menyusun skripsi. Secara umum struktur karya ilmiah adalah sebagai berikut:

1. Pendahuluan Bab 1, yang terdiri dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan manfaat penelitian. Namun biasanya bisa ditambahkan dengan batasan masalah dan sistematika penulisan. Klik di sini
2. Landasan teori atau studi literatur. Bagian ini menjelaskan semua konsep dan teori yang digunakan dalam karya ilmiah. Di samping itu dalam bagian ini peneliti akan menyampaikan hipotesis. Klik di sini
3. Metode penelitian. Pada bagian ini akan dijelaskan cara kita melakukan penelitian, mendapatkan responden, dan mendapat hasil penelitian. Klik disini
4. Analisa dan pembahasan. Pada bagian ini akan dibahas tentang proses data, hasil penelitian, dan membahas hasil penelitian tersebut. Klik di sini
5. Penutup. Pada bagian ini akan dijelaskan kesimpulan dan keterbatasan serta manfaat penelitian Scara praktis dari hasil temuan penelitian. Klik di sini

Secara umum, karya ilmiah terdiri dari 5 bagian seperti di atas. Namun ada beberapa karya ilmiah atau skripsi yang memiliki 6  bagian. Biasanya ada tambahan penjelasan terkait dengan objek penelitian. Bagian ini biasanya untuk penelitian kualitatif atau studi kasus di mana objek penelitian perlu dijelaskan secara lebih detail. 

Silahkan klik pada tautan di atas pada masing-masing bagian untuk belajar lebih detail.


Baca juga: