Menyusun Bab 3 Skripsi atau karya ilmiah
Topik: Metode penelitian.
Kita sampai pada bab 3 dalam skripsi, yaitu Metode penelitian. Bagian ini akan menjelaskan bagaimana kita akan mengerjakan penelitian. Bab 3 ini sangat penting karena menunjukkan desain penelitian kita, yang akan menentukan hasil penelitian kita nanti. Oleh karena itu perlu dipersiapkan dengan sangat baik dan hati-hati. Lalu apa saja yang perlu dimuat pada metode penelitian, secara sederhana yang pada umumnya digunakan dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai berikut:
1. Objek, populasi, dan sampel penelitian
2. Definisi operasional dan pengukuran variabel
3. Metode pengujian hipotesis.
Objek, populasi, dan sampel penelitian
Kita bahas yang pertama, Objek dan sampel penelitian. Objek penelitian dapat mengarahkan pada tempat atau lokasi penelitian. Namun tidak selalu lokasi tetapi lebih menekankan pada apa yang akan diteliti. Misalnya permasalahan pada organisasi yang sedang kita teliti. Secara tidak langsung, objek nya adalah masalah tersebut dan organisasi menjadi subyek penelitian atau yang diangkat dalam penelitian. Jadi obyek tidak selalu tempat tapi juga masalah dalam topik.. jadi biasanya subyek dan obyek menjadi satu pemahaman.. contoh: masalah peningkatan kinerja karyawan di organisasi x. Obyeknya adalah kinerja karyawan di organisasi x.
Populasi penelitian lebih mengarah pada subyek penelitian. Jika obyek penelitian adalah kinerja karyawan di organisasi x maka populasi adalah semua karyawan di dalam organisasi tersebut. Kalau sampel adalah bagian dari populasi, yang mewakili populasi tersebut. Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan sampel. Ada ada random, contohnya yaitu dengan rumus slovin, dan ada purposive sample, yaitu dipilih dengan kriteria tertentu. Nah, dua metode sampling ini yang paling banyak dipakai, selain itu juga ada. Pada saat memilih sampel kita harus memperhatikan apakah sampel kita dapat menggambarkan atau mencermintkan populasi.
Contoh:
Kasus: tingkat kemiskinan di DIY
Populasi : Masyarakat DIY
Target Populasi : Masyarakat DIY yang belum sejahtera (sesuai kriteria tertentu: BPS)
Sampel : Bagian dari target populasi tersebut yang memiliki kriteria belum sejahtera.
Pada begian ini atau bagian terpisah, dapat dijelaskan juga rencana atau rangkaian kegiatan yang disiapkan untuk melaksanakan penelitian.
Definisi operasional dan pengukuran variabel
Yang kedua. Definisi operasional. Pada tahap ini kita akan menjelaskan variabel yang akan kita gunakan dalam penelitian. Pada bab 2 kita menjelaskan variabel secara konsep dalam konteks masalah. Di dalam bab 3 ini kita menjelaskan secara kontekstual pengertian variabel yang kita pakai dalam penelitian kta. Dalam langkah ini, variabel yang dibangun akan disiapkan untuk diuji. Oleh karena itu perlu jelas konteksnya. Kita juga perlu menjelaskan dari mana definisi tersebut dikembangkan dan bagaimana mengukur variabel tesesebut. Definisi operasional dan indikator pengukuran variabel harus sesuai. Dengan kata lain kita perlu memastikan bahwa instrument penilaian variabel sesuai untuk menilai definisi operasional.
Pada bagian ini kita juga perlu menyusun desain variabel dan kuisioner atau instrument yang nanti akan kita gunakan.
Contoh 1:
Variabel : Kualitas informasi
Definisi operasional : Persepsi seberapa cukup informasi yang dihasilkan untuk mendukung keputusan.
Elemen pengukuran variabel : Kejelasan informasi, Akurasi informasi, Kegunaan informasi.
Contoh 2:
Variabel: Proses anggaran
Definisi: serangkaian aktivitas untuk mengalokasikan sumber daya untuk mencapai tujuan organsiasi
Dimensi: perencanaan, pelaksanaan, pertanggung jawaban
Elemen pengukuran:
pengukuran dimensi perencanaan adalah: musyawarah, keterlibatan publik, kejelasan sasaran.
pengukuran dimensi pelaksanaan adalah: kejelasan peraturan, administrasi angggaran, SDM
pengukuran dimensi pertanggung jawaban: ketepatan pelaporan, evaluasi.
Dari ke dua contoh di atas dapat dipahami bahwa ada variabel yang memiliki dimensi ada pula variabel yang tidak memiliki dimensi. Namun semua variabel memiliki elemen pengukuran. Elemen pengukuran dapat diartikan sebagai indikator penilaian dari variabel. Masing-masing elemen dapat terdidi dari satu pertanyaan atau lebih. Namun, akan lebih baik jika ada minimal 2 pertanyaan untuk setiap elemen.
Contoh di atas cenderung untuk penelitian dengan data primer atau kuisioner. Jika penelitian menggunakan data sekunder, kurang lebih sama hanya elemen pengukuran biasanya hanya terdiri dari 1 ukuran atau nilai atau rumus.
Metode pengujian hipotesis.
Ketiga, pengujian hipotesis. Dalam pengujian hipotesis ini kita akan menjelaskan langkah-langkah statistik untuk memastikan bahwa analisa kita nanti tepat dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengujian hipotesis ini meliputi: Uji validitas dan uji reliabilitas (untuk instrument kuisioner), uji asumsi klasik (jika regresi berganda), uji hipotesis (uji t), dan uji kelayakan model (uji F). Kita perlu menjelaskan ketentuan yang digunakan dalam masing-masing pengukuran terserbut.
Catatan penting:
Bab 3 ini merupakan desain penelitian kita. Bab 3 ini akan menentukan hasil dari penelitian kita nanti. Jika kita salah dalam menentukan definisi operasional dan pengukuran variabel maka penelitian kita bisa gagal. Selain itu, sampel atau responden juga perlu sesuai dengan masalah yang akan diungkap. Jika kita salah maka memahami masalah, populasi, dan sampel maka penelitian kita akan bias atau hasilnya tidak mencerminkan tujuan penelitian. Oleh karena itu dukungan,
latar belakang skripsi dan konsep dalam
bab 2 akan membantu merumuskan populasi dan pengukuran operasional variabel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar