![]() |
| konsep.pixabay.com |
Menyusun Mudah Bab 2 Skripsi atau karya ilmiah
Studi literatur / Studi Pustaka
Setelah kita memahami struktur dan cara penulisan bab 1 pada skripsi atau karya ilmiah, maka kita selanjutnya akan memahami cara penyusunan bab 2 yaitu: Studi literatur atau studi pustaka. Pada bab 2 ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan (untuk penelitian kuantitatif):
1. Teori yang terkait penelitian:
2. Konsep variabel yang digunakan
dalam penelitian
3. Penelitian terdahulu
4. Pengembangan Hipotesis
Pada bab 2 ini kita akan meyusun konsep dari penelitian kita. Jadi proses penyusunan bab 2 yang jelas akan membawa kita menulis kripsi dengan lebih kuat dalam logika yang dibangun.
Teori yang terkait penelitian
Kita pelajari yang pertama.
Teori pada penelitian diperlukan untuk membingkai keseluruhan konsep
penelitian. Teori digunakan untuk menjelaskan kaitan antara variabel-variabel yang
diangkat dalam penelitian. Teori dalam penelitian akan membantu penjelasan dalam
pengembangan hipotesis. Lalu, apakah semua bentuk penelitian harus memiliki
teori? Atau bagaimana jika kita tidak menggunakan teori apa pun dalam
penelitian kita? Mungkin ini akan menjadi pertanyaan kita semua.
Tanpa adanya teori,
maka penempatan variabel pada penelitian bisa tidak terarah, atau asal. Kita
dimungkinkan untuk menggunakan banyak variabel dalam penelitian. Namun, kenapa
kita menggunakan hanya beberapa variabel dalam penelitian kita. Kenapa tidak
semua variabel? Masalah ini akan dapat dijelaskan dengan adanya teori. Sehingga,
kita hanya menggunakan beberapa variabel untuk menjelaskan fenomena atau
menjawab pertanyaan penelitian kita.
Konsep variabel
Kedua. Konsep variabel digunakan untuk menjelaskan variabel atau faktor yang
digunakan dalam penelitian. Konsep ini meliputi definisi, kriteria, kondisi,
dan pengukuran atau bahkan kondisi tertentu yang mungkin dapat menjelaskan variabel.
Dengan demikian pembaca akan dapat mengerti makna variabel atau faktor-faktor
dalam penelitian yang digunakan.
Pada penjelasan ini, kita juda dapat menjelaskan konteks masalah dalam penelitian. Contohnya, peraturan atau undang-undang, objek penelitian, dan lainnya.
Penelitian terdahulu
Ketiga. Penelitian terdahulu digunakan untuk mengungkapkan bahwa konsep yang
ditawarkan pada penelitian kita juga didukung oleh penelitian terdahulu. Selain
itu, penelitian terdahulu digunakan untuk menjelaskan konsep variabel yang kita
gunakan dari sudut pandang penelitian terdahulu. Penjelasan ini akan menguatkan hubungan yang dibuat dalam hipotesis. Pada bagian ini juga dapat dijelaskan tentang gap penelitian atau sesuatau yang belum diteliti oleh penelitian sebelumnya.
Dalam memahas penelitian terdahulu, pendekatan kritikal review perlu digunakan. hal ini digunakan dalam untuk memperkuat atau menjelaskan gap penelitian lebih dalam.
Pengembangan Hipotesis
Keempat. Akhir dari bab 2 atau tujuan
dari bab 2 ini adalah membangun hipotesis. Dengan demikian hipotesis dibangun
dari Teori dan penelitian terdahulu. Dengan demikian, kita memiliki logika pengembangan
hipotesis yang kuat. Kita akan menggunakan teori, konsep, dan penelitian
terdahulu untuk membangun hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari
rumusan masalah di bab 1. Nah, hipotesis perlu sesuai dengan rumusan masalah
ya.
Hal lain yang penting dalam rumusan hipotesis adalah:
- jelaskan logika dari hubungan hipotesis
- Jelaskan bagaimana penelitian terdahulu mendukung hipotesis
- jelaskan apa masalah dan mengapa merumuskan hipotesis ini penting unguk diteliti.
Hipotesis ada yang
menggunakan arah atau tidak. Adanya arah atau tidak sangat tergantung pada
teori dan konsep yang mendasari hipotesis.
| Membangun hipotesis |
Penting:
Hindari kecenderungan untuk menuliskan semua definisi tanpa ada penjelasan. Kita perlu menjelaskan kaitan atau konteks definisi dalam masalah yang akan kita angkat.
Ok, setelah ini
kita lanjut ke bab 3.
Baca juga:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar